Kamis, 07 Agustus 2008

PERKEMBANGAN SHORINJI KEMPO DI INDONESIA

PERKEMBANGAN  SHORINJI KEMPO DI INDONESIA
            Konsekuensi yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Jepang setelah kekalahan pada perang Dunia II kepada bangsa Indonesia adalah membayar Pampasan Perang. Salah satu dari cara atau bentuk pembayaran Pampasan Perang itu, adalah sejak akhir 1959 pemerintah Jepang menerima mahasiswa Indonesia dan juga pemudanya belajar dan training di negeri tersebut.
            Maka sejak itu secara bergelombang dari tahun ke tahun sampai tahu 1965 ratusan mahasiswa dan pemuda Indonesia mendapat kesempatan untuk belajar di Jepang. Dari jumlah tersebut tidak sedikit pula diantara mereka yang memanfaatkan waktu-waktu senggang dan libur mereka untuk belejar dan memeperdalam seni bela diri yang ada di Jepang. Dari mereka ini pula akhirnya sekembalinya ke tanah air tidak hanya menggondol ijazah menurut bidang study mereka, juga memperoleh tambahan berupa penguasaan atas seni bela diri yang ada di Jepang, seperti Karate, Judo, Ju Jit Su dan juga Kempo.
            Pada tahun 1962 dalam suatu acara kesenian yang di pertunjukan mahasiswa Indonesia menyambut tamu-tamu penting dari tanah airnya, seorang pemuda Indonesia bernama UTIN SYAHRAZ mendemonstrasika kebolehannya bermain Kempo. Utin Syahraz tiba di Tokyo sekitar tahu 1960 sebagai Traineer Pampasan. Sebelumnya ia adalah pegawai pada Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta. Apa yang didemonstrasikan itu akhirnya menarik minat pemuda dan mahasiswa Indonesia lainnya. Mereka antara lain Indra Kartasasmita dan Ginanjar Kartasasmita serta beberapa lainnya yang dating kemudian ke Jepang. Dalam waktu-waktu luang dan libur mereka memanfaatka waktunya untuk datang langsung ke Pusat Shorinji Kempo di kota Tadotsu untuk menimba langsung seni bela diri tersebut dari Sihanngnya.
            Pemuda-pemuda tersebut sadar, tidak ada lagi kebanggaan mereka selain memberi apa yang terbaik mereka terima di Jepang kepada pemuda-pemuda bangsanya sendiri sekembalinya ke tanah air. Hal tersebut tidak lain untuk kejayaan bangsa dan Negara mereka, agar tidak ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain, tidak saja dalam ilmu pengetahuan tapi juga dalam olah raga.
            Untuk meneruskan seni bela diri Shorinji Kempo, seperti apa yang mereka peroleh di Jepang kepada rekan-rekan senegaranya, ketiga pemuda, yakni UTIN SYAHRAZ (kini almarhum), INDRA KARTASASMITA dan GINANJAR KARTASASMITA bertekad melahirka dan membentuk suatu wadah yang bernama PERKEMI (Persaudaraan bela diri kempo Indonesia). Wadah ini secara resmi dibentuk pada tanggal 2 Pebruari 1966.
                                                                          
            Dari hanya beberapa murid dan berlatih di teras rumah waktu itu, kini PERKEMI telah melahirkan ribuan Kenshi-kenshi yang tersebar di seluruh Tanah Air. Selain merupakan salah satu anggota Top Organisasi yang bernaung dalam wadah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), PERKEMI juga menjadi anggota penuh dari Federasi Kempo se-Dunia atau WSKO (World Shorinji Kempo Organization) yang berpusat di kuil Shorinji Kempo di kota Tadotsu, Jepang. Sedangkan dua dari tiga perintis/pendiri PERKEMI, yakni Ir. Drs. Ginanjar Kartasasmita (pernah menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi RI)  dan Indra Kartasasmita (kini V-DAN; Direktur Perkapalan dan Pertamina) tetap aktif, baik dalam kepengurusan PERKEMI maupun pembinaan para kenshi muda lainnya.
           

KUNCI SUKSES MENJADI SEORANG KENSHI

SUKSES DITANGAN ANDA
Sukses disini mempunyai arti yang banyak. Diantaranya disenangi teman, disenangi dan disayang sempai atau senior dan sukses dalam menyerap ilmu yang telah diberikan sempai kepada anda. Kunci ini saya namakan kunci sukses syaipul.
  1. Jangan membeda-bedakan pelatih. Maksudnya adalah jika anda ingin sukses anda dilarang keras membeda-bedakan atau meremehkan orang yang mengejari anda, dan ini tidak terbatas dalam hal ini, khususnya dalam ilmu bela diri. Dalam kempo sempai tidak terbatas kepada satu orang saja, tetapi sempai adalah orang yang lebih senior dari kita walaupun  umurnya lebih muda dari kita.
Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Begitu juga setiap pelatih.terutama dalam kempo yang mempunyai banyak teknik.  Dalam ilmu bela diri kempo secara garis besar tekhnik terbagi 2, yaitu GOHO (gerakan -gerakan keras seperti memukul, menendang, dan menangkis) dan JOHO (gerakan-gerakan yang lebih lembut seperti mengunci, melepas dan membanting). Seperti yang telah saya katakan bahwa setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan begitu juga dalam hal menangkap ilmu. Sehingga ini mengekibatkan perbedaan pula tingkat kemahiran sempai kita. Ada sempai yang memiliki geraka GOHO yang sempurna, tapi tidak pada tekhnik JOHO-nya. Begitu juga sebaliknya ada yang sempurna pada JOHO-nya, tapi tidak pada GOHO-nya. Oleh karena itu, kenshi dilarang keras membeda-bedakan sempainya. Perhatikan dan ambillah apa yang diberikan setiap pelatihmu atau sempaimu. Karena dengan begitu kita akan menjadi kenshi yang sukses.
  1. Jangan berpikir bahwa anda lebih baik dari orang lain. Jangan pernah sekali-kali anda berpikir bahwa anda adalah yang terbaik karena dengan mempunyai pikiran seperti ini anda akan mempunyai peluang merendahkan orang lain. Sikap seperti ini merupakan penghalang kesuksesan anda. Sikap seperti ini juga akan mengkibatkan berkurangnya simpati seseorang kepada anda, baik itu simpati kenshi lain atau simpati dari sempai anda.
Bersambung……..

MEAN OF BROTHERHOOD IN PERKEMI

ARTI PERSAUDARAAN DALAM ORGANISASI PERKEMI
(Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia)
(MEAN OF BROTHERHOOD IN PERKEMI )
Sebenarnya sebagian dari tulisan saya tidak sepenuhnya berasal dari pikiran saya sendiri. Ya bisa dibilang ada draf-draf yang saya ambil dari postingan teman-teman. Namun, semua itu dilakukan agar saudara-saudara yang mencari informasi tentang masalah ini dapat memahami kempo hanya dengan membaca satu blog yang khusus membahas tentang masalah ini. Yaitu blog yang khusus membahas seluk beluk Shorinji Kempo, khususnya kempo di Indonesia.

Sekarang saya akan membawa anda menyelami arti atau makna persaudaraan dalam Organisasi ini (PERKEMI). Banyak istilah-istilah yang sebenarnya dapat membawa kita kepada satu pertanyaan, yaitu Persaudaraan seperti apa yang dimaksud dalam PERKEMI?
Beberapa istilah itu adalah Sempai dan Kohai. Mengapa kenshi yang lebih dulu terjun kedalam organisasi bela diri ini harus dipanggil sempai, sehingga tentunya orang yang masuk belakangan disebut dengan kohai.


Ya sudah jelas jawaban semplenya sempai berarti kaka seperguruan (dalam bahasa jepangnya) dan kohai yang berarti adik seperguruan. Tapi, sebenarnya tidak sesederhana itu. Hal ini dapat saya resapi sejak awal saya memasuki bela diri ini, tepatnya di Dojo IAIN Antasari Banjarmasin, dimana saya selalu disuguhi dengan rasa persaudaraan yang sangat kental. Yaitu rasa hormat kepada senior, tidak memandang remeh orang yang melatih kita dan tidak meremehkan bawahan. Bahkan, didalam bela diri ini (Shorinji Kempo) orang yang lebih senior dari kita (sempai) akan tetap menjadi sempai kita (orang yang kita hormati) walaupun tingkatan kita (sabuk (Obi)) lebih tinggi darinya. Hal ini dikarenakan dalam bela diri Kempo tidak mustahil junior mengejar senior dalam segala hal baik itu kecepatan, kekuatan maupun kesempurnaan gerakan. Namun semua itu tidak menghapus senioritas, rasa hormat kepada orang yang membawa kita kepada keberhasilan. Kemudian dalam bela diri ini seorang senior tidak pernah memandang rendah atau meremehkan juniornya. Seorang sempai juga tidak pernah menutup-nutupi gerakan yang semestinya sudah diberikan kepada kohainya. Tidak hanya sampai disitu seorang kenshi yang baik adalah kenshi yang dapat menghargai Sempainya dan selalu ingat akan pengalaman yang telah diberikan kepadanya serta mengerti tentang pengalaman yang diberikan kapadanya (hehehe ini sekaligus curhatan buat kenshi-kenshiku).















Ingat IKRAR dan JANJI kempo, mungkin kohai-kohaiku lupa dengan makna ikrar dan Janji kempo atau malahan tidak menghayati makna dari Ikrar dan janji tersebut. Ikrar dan Janji yang selalu dibacakan sebelum latihan dimulai, budaya yang selalu dibawakan ketika akan memulai latihan. Maka dari sini saya ingin membawa kohai-kohaiku agar lebih meresapi makna dari IKRAR dan JANJI kita.


”JANJI”

Kami Berjanji
Akan selalu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati atasan, tidak meremehkan bawahan, saling mengasihi, saling menolong, demi kelangsungan ajaran Kempo.

Kami Berjanji
Akan Tunduk kepada pimpinan, mengikuti latihan tanpa keraguan, sebagai Insan yang murni.

Kami Berjanji
Akan mengamalkan ajaran Kempo bagi masyarakat banyak, dan tidak hanya untuk kepentingan pribadi.

Demi Tanah Air, Demi Persaudaraan, Demi Kemanusiaan.

“IKRAR”
Kami Putra Indonesia
Pecinta Tanah Air, bertekad mempertinggi martabat bangsa.

Kami Putra Indonesia
Pembela kebenaran dan keadilan, berprikemanusiaan, bersopan santun, senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi.

Demi Tanah Air, Demi Persaudaraan, Demi Kemanusiaan.

PERATURAN DAN TATA CARA PENILAIAN DALAM PERTANDINGAN KEMPO

Peraturan Pertandingan / Permainan Kempo

Pertandingan adalah sarana untuk mengukur kesempurnaan diri dalam menjalani ajaran teknik, ketekunan, disiplin dan ketahanan mental maupun fisik. Dengan demikian membawa pengertian kepada setiap kenshi bahwa berlatih kempo bukan sekedar berolahraga atau berekreasi, melainkan proses latihan yang terus menerus dan menjadi sebagian jalan hidup menuju kesempurnaan diri sebagai manusia.

Pertandingan kempo mengikuti Peraturan Pertandingan yang dikeluarkan oleh World Shorinji Kempo (WOSKO). Dalam Shorinji Kempo, ada pembagian pertandingan, yaitu :
1. Randori (perkelahian bebas) perorangan dan beregu,
2. EMBU (kerapian teknik/jurus-jurus Kempo) berpasangan dan beregu.


Peserta harus seorang kenshi yang terdaftar pada organisasi kempo tertentu, dilengkapi dengna alat pertandingan yang ditentukan, yakni : DO (penutup dada), Hands Gloves (sarung tangan).
DO harus terbuat dari bahan "fibre galss" dan berat Hands Gloves antara 10 - 12 ons. dan pada alat tersebut tidak diperkenankan menambah alat-alat lain. Kaki dan tangan kenshi tidak diperlengkapi "bandage" dan sebagainya. Peserta harus bertindak ksatria, berpakaian lengkap (DOGI), bersih, rapih dan menguasai/mengetahui Peraturan Pertandingan Kempo. Pertandingan dilakukan di dalam arena yang ditetapkan luasnya, yaitu 5 x 5 meter, dengan empat garis batas yang jelas terlihat. Pertandingan "randori" dimulai dengan CHUDAN KAMAE dan selanjutnya hanya mempergunakan KAMAE (kuda-kuda) kempo.
Randori Beregu
Randori beregu dilaksanakan antara satu kenshi dan satu kenshi dari regu yang berlainan. Dan satu regu terdiri dari enam orang, tetapi yang turut bertanding hanya lima orang (satu orang sebagai cadangan).
Embu
Peserta "embu" harus memenuhi ketentuan serta kualifikasi tingkatan kempo yang telah ditetapkan oleh Panitia Pertandingan. Batas waktu dalam "embu" ini adalah berkisar antara 1,5 menit sampai 2 menit, pada menit yang ke 1,5 bel peringatan dibunyikan. Kekurangan atau kelebihan waktu setiap 10 detik dikurangi nilai sebanyak 1,5 angka, dan lebih dari 3 menit didiskualifikasikan. Nomor ini diadakan di tengah-tengah arena dan jika peserta keluar dari arena tidak kenakan angka hukuman.

Nilai untuk Randori

Pertandingan "randori" ini menghasilkan pemenang berdasarkan teknik-teknik kempo "goho" dan "juho". Pada "goho" harus menghasilkan HARD CONTACT terhadap sasaran dan memenuhi prinsip ATEMI NO GO YOSHO (lima syarat serangan).
Nilai IPPON (angka 10) diberikan kepada serangan yang tanpa tertangkis lawan. Jia serangan ini ternyata kurang sempurna misalnya kurang bersemangat (kiai) atau kurang sempurna kuda-kudanya, maka diberikan nila WAZA ARI (angka 5). Dua kali waza ari (awaze waza) sama nilainya dengan "ippon" (angka 10).
Jika memakai teknik "juho" diharuskan adanya KATAME (kuncian), jika tidak terdapat kuncian maka serangan hanya boleh ke arah dada (DO).
Pada penaklukan lawan dengan GYAKU WAZA (lipatan, kunci) yang sempurna dapat diputuskan kemenangan mutlak (MUJOKEN KACHI). Disamping itu jika penilaian wasit terdapat perbedaan teknik dan kekuatan yang sangat menyolok antara pemain, wasit dapta menghentikan pertandingan dan menentukan pemenangnya dengan nilai kemenangan mutlak.

Nilai untuk Embu

Nilai tertinggi pada nomor ini adalah 100, dan penilaian diberikan dengan memperhatikan ketepatan/kerapihan (SEI KAKU), harmonis, semangat dan sebagainya.
Pada babak penyisihan, team penilai terdiri dari tiga (3) orang, dan pada babak final team penilai terdiri dari lima (5) orang. Cara menentukan pemenang adalah sebagai berikut :
"Dari nilai yang diberikan oleh lima orang penilai maka nilai tertinggi dan nilai terendah ditiadakan, kemudian pemenang ditetapkan berdasrkan jumlah nilai yang tersisa."
Sementara itu untuk pertandingan randori, wasit terdiri dari seorang wasit utama dan dua orang wasit pembantu. Dan jika dipandang perlu (untuk babak final) wasit pembantu dapat ditambah menjadi empat (4) orang. Wasit utama menjadi pimpinan tertinggi dan wasit pembantu tugasnya hanya membantu dalam mengatur jalannya pertandingan, menetapkan kebijaksanaan dan keputusan. Jika wasit utama ia harus mengajukan "time out" dan memberitahukannya.
Keputusan wasit adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, kecuali oleh DEWAN ARBITRASI.

Rabu, 06 Agustus 2008

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN SHORINJI KEMPO

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN “KEMPO” DI INDONESIA
ILMU BELA DIRI TERTUA BERSUMBER PADA ZEN BUDHISME 
“TAKLUKANLAH DIRIMU SEBELUMMENAKLUKAN 
ORANG LAIN”


Shorinji kempo berasal daripada perkataan sho = hutan, rin = bambu, ji = kuil, ken = aturan. Kalau kempo bermakna "jalan hidup", erti ini merupakan penjelasan dari sempai saya yang pernah ke Jepun.

          "KASIH SAYANG TANPA KEKUATAN ADALAH KELEMAHAN"
"KEKUATAN TANPA KASIH SAYANG ADALAH KEZALIMAN"
(DOKTRIN SHORINJI KEMPO)
            

Banteng dikaruniai tanduk, beruang dengan cakarnya dan sebagainya. Bagaimana dengan manusia? Manusia tidak mempunyai alat seperti itu, tetapi dikaruniai pikiran dan otak yang lebih sempurna. Oleh karena itu manusia pun haruslah mencari akal untuk membela diri
            
Di bawah ini kami ceritakan sedikit tentang cara/ilmu bela diri yang dikenal dengan nama Shorinji Kempo. Shorinji Kempo dalam bahasa Tionghoa sering dieja dengan sebutan Siu Lim Pai Kun Fu, di mana sering kita sudah terbawa asyik oleh teknik-teknik yang mentakjubkan, melalui cerita-cerita silat kuno.

1.         KEMPO DAN BUDHISME
             
Seketika orang berkesimpulan, bahwa ilmu bela diri Kempo berasal dari dataran Tiongkok (China). Namun, anggapan semua ini tidaklah semua benar. Kira-kira tahun 550 SM, Pendeta Budha ke-28, yang bernama DHARMA TAISHI, pindah dari tempat tinggalnya di Baramon (india) ke daratan Tiongkok. Ia menetap disebuah kuil yang bernama SIAUW LIEM SIE atau yang dikenal kemudian dengan sebutan SHORINJI yang terletak di propinsi KWA NAM.
Selama dalam perjalanan dan pengembaraannya, Dharma Taishi juga menyebarkan agama Budha. Dalam tugasnya ini tidak sedikit tantangan, ancaman, hinaan yang dialaminya. Bahkan nyaris merenggut jiwanya. Dari pengalaman-pengalaman itu, timbullah anggapan dalam dirinya bahwa seorang calon Bikshu sebaiknya juga melatih ketahanan jasmaninya, di samping membersihkan rohaninya untuk mencapai NIrwana dengan bersemedi.
Hidup adalah suatu struggle, suatu perjuangan! Demikianlah telah menjadi hokum alam. Untuk dapat survive di alam yang fana ini, Tuhan telah mentakdirkan memberikan alat-alat mempertahankan diri kepada makhluk ciptaannya. Dalam ajaran Agama Budha, dikatakan bahwa hidup itu berasal dari “Kosong” atau “Tiada”. Namun oleh Dharma Taishi dilengkapinya, bahwa tidak ada gunanya menjadi “Kosong” atau ”Suci” jika tidak dapat membela sesama manusia yang ditimpa kemalangan. Dharma Taishi atau yang bergelar pendeta Budha ke-28 selama di India pernah belajar INDO KEMPO (Silat India), dan karena tantangan-tantangan yang dihadapinya dalam pengembaraannya di Tiongkok, kemudian ia mempelajari pula berbagai aliran silat Tiongkok kuno. Selama 9 tahun ia bertapa, tekadnya menyusun suatu ilmu mempertahankan diri dan dimaksudkan sebagai syarat dan mata pelajaran bagi calon pendeta Budha.

Sejak itu, ilmu bela diri yang ditemukannya telah menjadi sebagian dari pendidikan keagamaan pada ZEN BUDHISME.

Dalam cerita silat klasik Tiongkok, sering dijumpai nama TATMO COWSU. Nama ini tidak lain adalah yang dimaksud Dharma Taishi sendiri, yang menciptakan seni bela diri SHORINJI KEMPO atau SIAW LIEM SIE KUNG-FU.
seni bela diri ini dilatih secara khusus kepada calon Bikshu didikannya, dan diajarkan secara rahasia dalam kuil Shorinji. Selain anggota tidak boleh melihat atau masuk ke dalam kuil. Namun keampuhan seni bela diri ciptaannya itu dengan cepat pula menjadi buah bibir masyarakat sekitarnya, bahkan menjalar secara luas didataran Tiongkok.

2.         FALSAFAH KEMPO
           
Karena seni bela diri KEMPO waktu itu menjadi sebagian dari latihan bagi para calon Bikshu, dengan sendirinya ilmu itu harus mempunyai dasar Falsafah yang kuat. Dengan dilandasi ajaran Budha yang dilarang membunuh dan menyakiti maka pada semua KENSHI (Pemain Kempo) dilarang untuk menyerang terlebih dulu sebelum diserang. Hal ini juga menjadi doktrin kempo, bahwa “PERANGILAH DIRIMU SEBELUM MEMERANGI ORANG LAIN”, serta “KASIH SAYANG TANPA KEKUATAN ADALAH KELEMAHAN, KEKUATAN TANPA KASIH SAYNG ADALAH KEZALIMAN ”
          
Cukup lama sejak meletusnya Perang Boxer, nama Shorinji Kempo menghilang. Bahkan di Tiongkok sendiri, ketika kaum KUN CHAN TANG (Partai Komunis Tiongkok) berkuasa, Kempo juga mengalami kemunduran (Set back). Gerak/teknik Kempo yang diperbolehkan muncul ketika itu hanyalah yang menyerupai senam belaka (TAI KYO-KUEN).
Berdasarkan Doktrin ini, mempengaruhi pula susunan teknik bela diri Kempo, sehingga gerakan-gerakan teknik selalu dimulai dengan mengelak/menangkis serangan dulu, baru kemudian membalas. Selanjutnya disesuaikan/ditingkatkan menurut kebutuhannya, yaitu menurut keadaan serangan lawan. Artinya bila lawan itu sedang dalam keadaan khilaf, cukup dielakkan saja dan seterusnya. Dharma selalu mengajarkan bahwa disamping dilarang menyerang, juga tidak selalu setiap serangan itu dibalas dengan kekerasan.
Demikianlah, dalam ilmu Kempo itu lahirlah apa yang berbentuk mengelak saja, cukup menekukkan bagian-bagian badan lawan, kemudian mengunci dan apabila terpaksa barulah dilakukan serangan penghancuran titik-titik lemah lawan, berupa tendangan, pukulan, sikutan dan sebagainya. Bentuk pertama dikenal sebagai JUHO dan berikutnya dikenal sebagai GOHO.
            
Untuk itu bagi setiap Kenshi diharuskan menguasai Teknik GOHO (keras) dan JUHO (Lunak), artinya tidak dibenarkan apabila hanya mementingkan pukulan, tendangan saja, dan melupakan bantingan dan lipatan-lipatan. 

3.         AKIBAT PERANG BOXER DI TIONGKOK



SHORINJI KEMPO sendiri mengalami perkembangan pesat di daratan Tiongkok. Pengikutnya kian bertambah banyak. Sebab itu Shorinji Kempo kian berpengaruh dalam masyarakat Tiongkok. Di awal abad XX, yakni di tahun 1900-1991, di Tiongkok meletuslah perlawanan rakyat menentang masuknya Kolonialisme Barat. Dan banyak pengikut Shorinji Kempo melibatkan diri dengan perlawanan rakyat. Pemberontakan di awal abad XX tersebut akhirnya menjadi suatu pergerakkan nasional dan disokong oleh Ratu TZE-SJI, yang juga ingin membersihkan tanah airnya dari penjajahan bangsa Barat.
            
Dengan mengerahkan bantuan yang besar dan juga mempergunakan peralatan perang yang mutakhir, pihak Kolonialisme Barat akhirnya mampu mematahkan perlawanan rakyat Tiongkok. Perang yang menelan jutaan korban itu terkenal dengan sebutan “PERANG BOXER”. Dan oleh Kolonialisme Barat, pengikut-pengikut Dharma Taishi  dikejar dan dibunuh, organisasinya dilarang; kuil-kuil Shorinji dirusak dan dibakar.
Begitu pun, masih banyak pula pengikut-pengikut Shorinji Kempo dan juga Bikshu-bikshu yang sempat meloloskan diri dari kejaran pasukan penjajah. Kebanyakkan dari mereka yang meloloskan diri tersebut masih berusia muda,dan belum menguasai seni bela diri yang diwariskan oleh Dharma Taishi tersebut. Kebanyakkan mereka melarikan diri ke arah timur dan selatan, dan mengajarkan aliran Shorinji Kempo yang mereka kuasai kepada pedagang-pedagang dari Okinawa, Taiwan dan juga Muangthai. Karena tidak terorganisasinya kesatuan, maka Shorinji mulai membentuk seni bela diri baru. Mereka yang melarikan diri ke Muangthai dengan hanya menguasai teknik GOHO (memukul, menendang dan menangkis), mempengaruhi seni bela diri yang ada di daerah tersebut. Maka muncullah apa yang disebut “THAI BOXING”. Dalam gerakan seni bela diri ini mirip sekali dengan gerakan-gerakan yang ada di Kempo (sifat GOHO-nya). Ajaran Shorinji, terutama teknik GOHO, juga mempengaruhi seni bela diri yang ada di Okinawa (pulau ujung sebelah selatan jepang). Maka di Okinawa timbullah seni bela diri  yang dinamakan OKINAWATE (kemudian dikenal sebagai KARATE).

Mereka yang melarikan diri ke kepulauan Jepang lainnya, dan menguasai teknik JUHO (Lunak), juga mempengaruhi seni bela diri yang ada di daerah-daerah tersebut. Dari JUHO kemudian muncullah seni bela diri JU-JIT-SU (JU berarti halus, lenting, fleksibel). Juga lahirlah dari teknik JUHO seni bela diri AIKIDO dan JUDO. Maka tidaklah heran, walaupun Kempo baru mulai bangkit kembali setelah Perang Dunia II, setelah menghilang beberapa waktu lamanya namun aliran-aliran seni bela diri lainnya tesebuttetap bersumber dari Shorinji Kempo, sebagai seni Bela Diri tertua.

PERKEMBANGAN KEMPO SETELAH PERANG DUNIA KE-II
             
Dalam perkembangan selanjutnya, dapatlah dikatakn bahwa Shorinji Kempo baru bangkit kembali di jepang seusai Perang Dunia II, dan dalam waktu relatif singkat seni bela diri ini menyebar luas tidak saja di Jepang, bahkan di seluruh dunia.
            Seorang pemuda jepang bernama SO DOSHIN dikirim ke Tiongkok dalam pasukan ekspedisi tentara Jepang ke Manchuria pada yahun 1928. SO DOSHIN yang tak sepaham dengan cara-cara penjajahana Jepang, kemudian melarikan diri dengan induk pasukannya dan mengembara di daratan Tiongkok.
Dalam pengembaraannya, ia bertemu dengan seorang pendeta Budha yang akhirnya membawanya ke Kuil SIAUW LIEM SIE. Kuil ini telah diperbaiki oleh penerus-penerus Dharma Taishi, setelah dimusnahkan oleh Kolonialisme dalam perang Boxer.
Di kuil Shorinji ini, So Doshin akhirnya mempelajari ilmu Shorinji Kempo, langsung di bawah asuhan Mahaguru (Sihang) ke-20, yaitu WEN TAY SON. Dengan tekun ia berlatih dank arena kesetiaan dan penguasaannya yang sempurna akan Shorinji Kempo, maka So Doshin diberi penghargaan tertinggi menjadi Mahaguru ke-21, dan diperbolehkan meninggalkan kuil Shorinji untuk meneruskan ajaran Kempo di dataran Jepang (Tanah Airnya).

Tahun 1945, setelah 17 tahun menggembleng dirinya di kuil Shorinji Kempo, So Doshi yang telah bergelar Sihang ke-21 kembali ke Jepang.
Di Jepang ia membuat DOJO (tempat latihan) sendiri. Ia memilih tempat di kota  TADOTSU, yang terletak di Propinsi  KAGAWA, di pulau SHIKOKU, yang kemudian terkenal sebagai  pusat Shorinji Kempo. Murid-muridnya mulai berdatangan di DOJO-nya, tidak saja dari daerah sekitarnya, juga dari daerah-daerah lain di Jepang, vahkan dari luar Jepang sendiri (terutama mahasiswa-mahasiswa asing yang sedang belajar di Jepang), Sihang ke-21 ini seperti halnya yang dialami dirinya, juga menempa murid-muridnya dengan disiplin yang keras. Namun, dibalik berbagai gemblengan fisik dan mental yang keras, Guru Besar Shorinji Kempo ini tetap menempatkan seni bela diri Kempo sebagai pengayom hati  dan jiwa dengan penuh rasa damai dan welas-asih bagi para kenshi-nya.

Sebab itu, lambing Organisasi Shorinji Kempo menggunakan lambing Agama Budha “MANJI”. Yaitu  semacam tanda Swastika yang berputar ke kiri, yang berarti “KASIH SAYANG DAN KEKUATAN”. Dan ini sesuai dengan Doktrin Shorinji : ”Kasih Sayang Tanpa Kekuatan Adalah Kelemahan, Kekuatan Tanpa Kasih Sayang Adalah Kezaliman”. Dan dalam tindakan sehari-hari sering diartikan, dimana ada Kekuatan harus ada Kebijaksanaan, dan Kebijaksanaan harus disertai Kekuatan.

Telp : 0852 4830 7534
E-Mail : syaipul.fadilah@gmail.com
     

Rabu, 30 April 2008

Shorinji Kempo Dojo IAIN Antasari Banjarmasin

Semangat Juang untuk Kenshi Dojo IAIN Antasari Banjarmasin


Bela diri Kempo pada dasarnya telah lama hadir di lingkungan kampus IAIN Antasari Banjarmasin. Pada awalnya, seni bela diri yang aslinya dari kawasan timur Asia ini tidaklah begitu dikenal di kalangan mahasiswa IAIN Antasari Banjarmasin. Namun seiring waktu semenjak kehadirannya, ternyata terlihat perkembangan yang cukup baik, di mana secara kuantitas banyak mahasiswa dan juga sebagian pelajar di lingkungan kampus yang antusias dan bergabung dalam rutinitas latihan. Menyadari hal tersebut, terbersitlah keinginan utnuk menjadikan Kempo sebagai salah satu jenis bela diri yang diakui secara kelembagaan oleh semua pihak. Hingga kemudian dengan adanya koordinasi dari Pengurus Besar Persaudaraan Bela diri Kempo Indonesia (PB Perkemi), Pengurus Daerah Perkemi Kalimantan Selatan (Pengda Perkemi Kalsel), Pengurus Cabang Perkemi Kodya Banjarmasin (Pengcab Perkemi Kodya Banjarmasin),dan juga adanya restu dari pihak Senat Mahasiswa dan Pimpinan IAIN Antasari Banjarmasin,maka pada tahun 1986 lahirlah sebuah wadah latihan (dojo) sekaligus salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang dinamakan Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi) Dojo IAIN Antasari Banjarmasin.
Pada perkembangan selanjutnya, Perkemi Dojo IAIN Antasari Banjarmasin tidak saja mencetak dan menghasilkan para kenshi (sebutan untuk atlit Kempo) yang disiplin, jujur, handal, dan kompatibel, tetapi juga aktif dalam agenda-agenda di tingkat daerah dan nasional. Bahkan saat itu, Perkemi Dojo IAIN Antasari Banjarmasin merupakan salah satu dojo Kempo di Kalimantan Selatan yang senantiasa dipercaya untuk mengikuti kejuaran-kejuaraan kempo di berbagai wilayah di Indonesia, dan berhasil mencapai predikat yang gemilang. Dengan melihat prestasi yang telah diraih maka kami sebagai generasi penerus bertekad untuk terus memajukan dan mengembangkan Kempo di Kampus tercinta kami dan dengan adanya keinginan untuk melangkah ke depan dengan sebuah cita-cita; ingin mengidup-tumbuh-kembangkan kembali beladiri kempo dan menjadikan Perkemi Dojo IAIN Antasari Banjarmasin sebagai wahana bagi mahasiswa IAIN Anatasari Banjarmasin khususnya serta pelajar dan masyarakat umumnya untuk menempa fisik, jiwa, pikiran, dan sikap mental yang kuat dan penuh semangat sebagai salah satu bekal awal untuk mempersembahkan sumbangsih kecil bagi masyarakat, bangsa dan Negara, maka dengan itu Perkemi Dojo IAIN Antasari akan terus berjuang demi mencapai tujuan itu.














Bagi yang mau Ikut latihan, datang aj langsung ke Dojo IAIN Antasari Banjarmasin...
Tempat dan Waktu latihan:

- Selasa Sore 16.30 wita
- Kamis Sore 16.30 wita
- Minggu Pagi, 07.00 wita

E-Mail : syaipul.fadilah@gmail.com
Sempai Jud Bendika, Sempai Sarman dan Sempai Heri.
meng informasikan alamat dojo Shorinji Kempo di Balikpapan
bertempat di Gedung Gelora Patra Pertamina Balikpapan
di depan Lapangan merdeka.
dan ini beberapa dojo lain di Indonesia alamat email pengurus daerah/cabang sebagai berikut ..