Kamis, 07 Agustus 2008

PERATURAN DAN TATA CARA PENILAIAN DALAM PERTANDINGAN KEMPO

Peraturan Pertandingan / Permainan Kempo

Pertandingan adalah sarana untuk mengukur kesempurnaan diri dalam menjalani ajaran teknik, ketekunan, disiplin dan ketahanan mental maupun fisik. Dengan demikian membawa pengertian kepada setiap kenshi bahwa berlatih kempo bukan sekedar berolahraga atau berekreasi, melainkan proses latihan yang terus menerus dan menjadi sebagian jalan hidup menuju kesempurnaan diri sebagai manusia.

Pertandingan kempo mengikuti Peraturan Pertandingan yang dikeluarkan oleh World Shorinji Kempo (WOSKO). Dalam Shorinji Kempo, ada pembagian pertandingan, yaitu :
1. Randori (perkelahian bebas) perorangan dan beregu,
2. EMBU (kerapian teknik/jurus-jurus Kempo) berpasangan dan beregu.


Peserta harus seorang kenshi yang terdaftar pada organisasi kempo tertentu, dilengkapi dengna alat pertandingan yang ditentukan, yakni : DO (penutup dada), Hands Gloves (sarung tangan).
DO harus terbuat dari bahan "fibre galss" dan berat Hands Gloves antara 10 - 12 ons. dan pada alat tersebut tidak diperkenankan menambah alat-alat lain. Kaki dan tangan kenshi tidak diperlengkapi "bandage" dan sebagainya. Peserta harus bertindak ksatria, berpakaian lengkap (DOGI), bersih, rapih dan menguasai/mengetahui Peraturan Pertandingan Kempo. Pertandingan dilakukan di dalam arena yang ditetapkan luasnya, yaitu 5 x 5 meter, dengan empat garis batas yang jelas terlihat. Pertandingan "randori" dimulai dengan CHUDAN KAMAE dan selanjutnya hanya mempergunakan KAMAE (kuda-kuda) kempo.
Randori Beregu
Randori beregu dilaksanakan antara satu kenshi dan satu kenshi dari regu yang berlainan. Dan satu regu terdiri dari enam orang, tetapi yang turut bertanding hanya lima orang (satu orang sebagai cadangan).
Embu
Peserta "embu" harus memenuhi ketentuan serta kualifikasi tingkatan kempo yang telah ditetapkan oleh Panitia Pertandingan. Batas waktu dalam "embu" ini adalah berkisar antara 1,5 menit sampai 2 menit, pada menit yang ke 1,5 bel peringatan dibunyikan. Kekurangan atau kelebihan waktu setiap 10 detik dikurangi nilai sebanyak 1,5 angka, dan lebih dari 3 menit didiskualifikasikan. Nomor ini diadakan di tengah-tengah arena dan jika peserta keluar dari arena tidak kenakan angka hukuman.

Nilai untuk Randori

Pertandingan "randori" ini menghasilkan pemenang berdasarkan teknik-teknik kempo "goho" dan "juho". Pada "goho" harus menghasilkan HARD CONTACT terhadap sasaran dan memenuhi prinsip ATEMI NO GO YOSHO (lima syarat serangan).
Nilai IPPON (angka 10) diberikan kepada serangan yang tanpa tertangkis lawan. Jia serangan ini ternyata kurang sempurna misalnya kurang bersemangat (kiai) atau kurang sempurna kuda-kudanya, maka diberikan nila WAZA ARI (angka 5). Dua kali waza ari (awaze waza) sama nilainya dengan "ippon" (angka 10).
Jika memakai teknik "juho" diharuskan adanya KATAME (kuncian), jika tidak terdapat kuncian maka serangan hanya boleh ke arah dada (DO).
Pada penaklukan lawan dengan GYAKU WAZA (lipatan, kunci) yang sempurna dapat diputuskan kemenangan mutlak (MUJOKEN KACHI). Disamping itu jika penilaian wasit terdapat perbedaan teknik dan kekuatan yang sangat menyolok antara pemain, wasit dapta menghentikan pertandingan dan menentukan pemenangnya dengan nilai kemenangan mutlak.

Nilai untuk Embu

Nilai tertinggi pada nomor ini adalah 100, dan penilaian diberikan dengan memperhatikan ketepatan/kerapihan (SEI KAKU), harmonis, semangat dan sebagainya.
Pada babak penyisihan, team penilai terdiri dari tiga (3) orang, dan pada babak final team penilai terdiri dari lima (5) orang. Cara menentukan pemenang adalah sebagai berikut :
"Dari nilai yang diberikan oleh lima orang penilai maka nilai tertinggi dan nilai terendah ditiadakan, kemudian pemenang ditetapkan berdasrkan jumlah nilai yang tersisa."
Sementara itu untuk pertandingan randori, wasit terdiri dari seorang wasit utama dan dua orang wasit pembantu. Dan jika dipandang perlu (untuk babak final) wasit pembantu dapat ditambah menjadi empat (4) orang. Wasit utama menjadi pimpinan tertinggi dan wasit pembantu tugasnya hanya membantu dalam mengatur jalannya pertandingan, menetapkan kebijaksanaan dan keputusan. Jika wasit utama ia harus mengajukan "time out" dan memberitahukannya.
Keputusan wasit adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, kecuali oleh DEWAN ARBITRASI.

2 komentar:

Muhammad Noor mengatakan...

thank's atas infonya en kunjungi juga weblog aku

Kempo mengatakan...

terimakasih atas kunjungannya.